PPKM Kota Semarang Turun ke Level 1, Pendapatan Hotel Anak Usaha
PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) Naik Signifikan

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kota Semarang untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Angka kasus baru Covid-19 di Kota Semarang menurun drastis dalam beberapa bulan belakangan. Bahkan 19 Oktober lalu PPKM di Kota Semarang telah turun ke level 1. Menurunnya level PPKM ini memberikan angin segar bagi para pelaku ekonomi di ibu kota propinsi Jawa Tengah.


Sebagai hotel yang berlokasi strategis yakni di area Simpang Lima, Allstay Hotel Semarang termasuk salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak positif dari turunnya level PPKM ini. Pendapatan Allstay Hotel Semarang telah menunjukkan peningkatan signigfikan selama kurun waktu 3 bulan terakhir. Sejak Agustus hingga Oktober pendapatan Allstay Hotel Semarang yang merupakan salah satu aset milik anak usaha PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) terus mengalami kenaikan secara signifikan. Tercatat pendapatan di bulan September tahun 2021 Rp. 784.342.514,- atau meningkat sebesar 50,34% dari bulan sebelumnya. Kemudian Oktober kemarin kembali meningkat ke Rp. 1.011.601.052,- atau meningkat sebesar 28,97% dari bulan sebelumnya.


Turunnya level PPKM kota Semarang ke level 1 antara lain tak lepas dari kerja keras pemerintah kota disertai kerja sama yang baik dari berbagai pihak dalam penerapan PPKM dan tercapainya program vaksinasi yang terdata telah mencapai 105% untuk vaksinasi dosis pertama (V1) dan 80% untuk dosis kedua (V2). Walikota Semarang Hendrar Prihadi menargetkan vaksinasi dosis kedua (V2) tuntas pada akhir 2021. Shodik Purwanta selaku Hotel Manager Allstay Hotel Semarang tak menampik jika meningkatnya pendapatan hotel merupakan dampak langsung dari menurunnya angka kasus baru Covid-19;


“Berhasilnya program vaksinasi di kota Semarang ditambah turunnya PPKM ke level 1 sangat menunjang dalam peningkatan okupansi hotel-hotel di kota Semarang dan sekitarnya, tak terkecuali Allstay Hotel Semarang. Harapannya ke depan seluruh kegiatan masyarakat dapat berangsur normal agar okupansi dan harga hotel dapat pulih seperti sedia kala,”ujar Shodik.


Shodik menambahkan bahwa Allstay Hotel Semarang secara aktif ikut mendukung pencegahan peyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di hotel yang beliau pimpin.


“Meski telah berada pada PPKM level 1, kami tidak mau kecolongan dalam menerapkan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung maupun segenap karyawan yang bekerja. Mulai dari pengukuran suhu tubuh untuk setiap pengunjung, wajib mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan hotel maupun di setiap kamar sebelum tamu check in. Seluruh karyawan Allstay Hotel Semarang juga telah divaksin dua kali untuk pencegahan Covid-19.” ungkap Shodik.


Hotel lain milik PT Kota Satu Persada yakni Allstay Ecotel Yogyakarta juga mengalami peningkatan pendapatan secara signifikan meski kota Yogyakarta masih berada pada PPKM level 2. Tercatat peningkatan pendapatan bulan Agustus ke September sebesar 38,90%, kemudian September ke Oktober naik sebesar 61,90%. Walau okupansi Allstay Ecotel Yogya belum setinggi Allstay Hotel Semarang, tak pelak tingkat pendapatan 2 bulan terakhir menunjukkan bahwa iklim pariwisata di kota Yogyakarta telah menunjukan tren positif.


Diminta pendapatnya mengenai iklim bisnis pariwisata dan perhotelan secara khusus, Direktur Utama PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) Johan P. Santoso menyatakan optimismenya


“Meski belum dapat dikatakan pulih, tren industri pariwisata khususnya hotel dan MICE telah menunjukkan tanda-tanda positif. Saya yakin tahun 2022 – 2023 mendatang industri pariwisata akan pulih seperti sedia kala, bahkan perkiraan saya dapat melebihi masa sebelum pandemi. Terima kasih kepada segenap jajaran Muspida kotamadya Semarang khususnya pihak Disbudpar dan bapak Walikota Hendrar Prihadi yang telah bekerja keras baik dalam pencegahan maupun penanganan kasus Covid-19 di kota Semarang demi kebaikan semua pihak,” kata Johan.


Selain mengelola dan memiliki dua hotel berbintang melalui anak usahanya yakni di Semarang dan Yogyakarta, PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) juga memiliki dan mengembangkan perumahan berlokasi strategis di exit tol Ungaran yakni Amaya Home Resort dengan lingkungan hijau dan sejuk di kaki gunung Ungaran. Perusahaan saat ini juga tengah mengembangkan aplikasi digital yang dapat menjadi solusi one stop solution bagi para pemilik hotel, villa dan rumah kos dalam mengoptimalkan keuntungan dan nilai aset mereka.


“Masalah dari pemilik hotel biasanya berkisar pada dua hal yakni penjualan dan kontrol operasional. Dengan aplikasi yang kami kembangkan, pemilik hotel dapat mengoptimalkan penjualan maupun operasional hotel yang dimiliki secara lebih efisien. Kami memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan solusi bagi para pemilik hotel. November sudah memasuki tahap ujicoba sistem pada beberapa hotel. Nama, dan detail aplikasi hotel belum dapat kami buka dulu ya, tunggu saja tanggal mainnya,” pungkas Johan.